Tampilkan postingan dengan label Kuliah IT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kuliah IT. Tampilkan semua postingan

Selasa, 01 September 2015

10 Emulator Android untuk PC Selain BlueStacks App Player

Emulator Android Selain BlueStacks App Player

Emulator Android Selain BlueStacks App Player

BlueStacks App Player merupakan emulator Android yang mengizinkan penggunanaya untuk mendownload, membuka, memainkan berbagai macam game serta aplikasi Android. BlueStacks sendiri cukup populer dikalangan pecinta Android karena kemudahan tampilannya dan performanya yang cukup bagus, walaupun beberapa pengguna mengeluhkan proses installasi & uninstall BlueStacks yang terkadang membuat kepala sakit. 

Untuk menjalankan BlueStacks pengguna juga harus memiliki spesifikasi yang cukup, karena dengan hanya RAM 1 GB / 2 GB, pengguna BlueStacks akan menghadapi lagging saat memainkan game / membuka Aplikasi android di BlueStacks, Namun tahukah kalian bahwa selain BlueStacks terdapat emulator Android lainnya yang bisa kalian jadikan alternatif BlueStacks ? Berikut beberapa emulator Android selain BlueStacks.

1. YouWave for Android

Sebelum booming-nya BlueStacks, YouWave for Android cukup terkenal, YouWave for Android memiliki tampilan yang cukup ramah dengan pengguna. Pengguna newbie pun bisa mengerti dengan mudah saat menjalankan YouWave for Android. Performa dari YouWave juga cukup mengesankan, cukup smooth dan enak dijalankan.

Sayangnya YouWave for Android ini memiliki kekurangan yang menurut saya cukup fatal, karena merupakan aplikasi Berbayar dan juga belum support game Clash of Clans & aplikasi BBM, yang mana merupakan 2 aplikasi populer dikalangan pengguna Android. Selain itu, versi terbaru dari YouWave for Android juga masih Ice Cream Sandwich yang mana sudah cukup "jadul".

2. Android Emulator from Android SDK

Buat kalian yang senang mengkoding Bahasa Pemrograman Java Android, pastinya sudah tidak asing lagi dengan Emulator Android yang didapat dari Android SDK. Emulator ini biasanya digunakan untuk testing aplikasi yang programmer Android buat. Biasanya kurang cocok untuk end-user atau pengguna biasa. Proses installasinya pun agak rumit.

3. Windroye

Windroye / Windroy adalah emulator Android yang berasal dari China. Tampilan dari Windroy pun cukup menarik dan mudah. Jika kalian memiliki spesifikasi PC yang mumpuni, kalian bisa menjalankan BlueStacks & Windroy tanpa masalah. Windroy juga support game Clash of Clans. Kekurangan dari Windroy adalah kita tidak mendapatkan informasi yang cukup dari situs resminya., entah itu persyaratan minimumnya, FAQ-nya, dan lain sebagainya. Selain itu forum dari Windroy sendiri berbahasa China, sangat sulit bagi pengguna yang tidak mengerti Bahasa China ( termasuk saya sendiri :p ).

4. Andy Android Emulator

Satu lagi pemain di Emulator Android namanya Andy, Andy juga sudah menggunakan versi Android Kit-Kat. Tampilan Andy pun cukup menarik seperti tampilan OS Android pada umumnya. Jika spesifikasi PC kalian cukup tinggi, kalian dapat menjalankan Andy tanpa masalah. 

Kekurangan dari Andy adalah PC kalian harus memiliki minimal RAM 3 GB, prosessor yang support virtualisasi ( di AMD namanya AMD-VT & di intel namanya Intel VT-x ). Andy hanya support Windows 7 & Windows 8. Proses downloadnya juga masih menggunakan Online Installer yang menurut saya tidak bagus bagi sebagian penggunanya ( terutama di Indonesia ). Jika saja Andy menurunkan spesifikasinya, mungkin Andy bisa jadi penantang yang serius untuk BlueStacks.

5. Android x86

Android x86 adalah sistem operasi Android yang sudah diubah agar bisa dijalankan di prosessor berbasis x86. Android-x86 sendiri memang bisa dibilang pure OS Android dan tidak sepenuhnya emulator ( disebut emulator karena kita bisa install & menjalankannya di Virtual Machine ). Android-x86 cukup responsif untuk dijalankan walaupun ada kendala pada dukungan Driver. 

6. GenyMotion

GenyMotion sama seperti Android Emulator lainnya. Dan merupakan salah satu alternatif terbaik selain BlueStacks. Genymotion juga memiliki fitur seperti OpenGL dan cukup cukup responsif dan cepat dibandingkan BlueStacks. Genymotion terbagi menjadi 2 bagian, yakni versi Free & Berbayar. Versi Free memiliki fitur yang terbatas dibandingkan yang berbayar, bisa kalian lihat disini.

 GenyMotion

7. Droid4X

Droid4X ini salah satu pemain anyar di dunia emualtor Android. Menurut saya pribadi, Droid4X ini cukup menarik karena menawarkan beberapa kemudahan untuk penggunanya yakni, sudah terinstall Google PlayStore, Drag & Drop untuk install aplikasi APK ( Mantap ! ), bisa menggunakan keyboard di Emualtor, dan lain sebagainya. Droid4X juga cukup Smooth untuk dijalankan, tertarik untuk mencoba ? 

Droid4X

Homepage : www.droid4x.com/

8. DuOS-M

Apa kalian sudah pernah mendengar emulator Android ini ? saya sendiri baru tahu ada emulator Android bernama DuOS-M !.  DuOS menawarkan pengalaman Full Android di PC kalian. Dengan menggunakan DuOS, kalian bisa memainkan berbagai macam aplikasi Android. Hal yang menarik dari DuOS adalah DuOS support multi-touch dan pinch to Zoom, yang mana bagus untuk kalian yang memiliki laptop yang support touch screen. Lalu bagaiman dengan game COC ? tentu saja Support !

DuOS-M

Kekurangan DuOS ini tidaklah gratis, kalian akan ditawarkan selama penggunaan 30 hari untuk menggunakan emulator Android ini. Namun, jika kalian benar-benar ingin membeli DuOS, kalian cukup mengeluarkan uang US$9.99 untuk mendapatkan DuOS ! cukup murah menurut saya, kalian pun akan mendapatkan lisensi secara seumur hidup ! berbeda dengan Genymotion & BlueStacks !


UPDATE !!!!

Beberapa emulator dibawah ini adalah emulator android keluaran terbaru

9. MEmu

MEmu adalah emulator Android keluaran China, sama seperti Droid4x. MEmu mengklaim sebagai salah satu Emulator Android dengan performa terbaik dan juga paling smooth. MEmu juga bisa digunakan di beberapa perangkat seperti PC, Notebook hingga tablet. MEmu masih berbasis Android 4.2.2 Jelly Bean, cukup jadul memang, namun setidaknya cukup stabil digunakan.

Homepage : http://www.xyaz.cn/en/

10. Nox APP Player

Nox APP Player adalah salah satu emulator Android keluaran terbaru. Sama seperti emulator lainnya, dengan Nox APP Player kalian dapat memainkan berbagai macam aplikasi serta game android di PC. Mengklaim sebagai salah satu emulator android yang terbaik, tampaknya Nox APP Player menjadi penantang serius untuk BlueStacks yang saat ini masih menjadi "Raja" dari Emulator Android.

Nox APP Player memiliki fitur sebagai berikut :

- Support prosessor Intel dan AMD.
- Support berbagai macam OS Windows termasuk Windows 10.
- Dibuat berdasarkan Android 4.4.2 KitKat.
- Support perangkat Input, Output, Gamepad.
- Multiplayer Mode.
- Mampu mengatur resolusi, CPU serta penggunaan RAM.

Homepage : http://www.bignox.com/en

Nah, itulah beberapa Emulator Android selain BlueStacks, jadi kalian yang ingin move on dari BlueStacks bisa mencoba beberapa Emulator Android diatas. Tertarik mencoba ?


Minggu, 16 Agustus 2015

Antivirus Terbaik Untuk Windows 10 Adalah...

Antivirus Terbaik Untuk Windows 10

Antivirus Terbaik Untuk Windows 10 Adalah...

Tidak seperti Windows 7 yang tidak memiliki antivirus bawaan, Windows 10 sudah memiliki antivirus didalamnya bernama "Windows Defender". Fitur ini bukanlah sesuatu yang baru karena antivirus bawaan pada Windows sudah diperkenalkan sejak Windwos 8.

Windows Defender bisa dibilang alter-ego dari Microsoft Security Essentials, sebuah antivirus gratisan dari Microsoft yang bisa digunakan untuk Windows XP hingga Windows 7. Perbedaan yang paling mencolok dari MSE dan Windows Defender adalah Windows Defender sudah tersedia secara Pre-Installed di sistem operasi Microsoft terbaru ( Windows 8 / Windows 10 ).

Apa Menggunakan Windows Defender Sudah Cukup ?

Seperti sifat antivirus pada umumnya, setiap software antivirus selalu berjalan secara background alias diam-diam. Antivirus akan melakukan proses scanning setiap kalian membuka program, mendownload program dari internet, dan sebagainya. Hal yang sama dengan yang dilakukan oleh Windows Defender dari Microsoft.

Well, kalau boleh jujur, proteksi yang ditawarkan oleh Windows Defender cukup tertinggal dibanding vendor antivirus lainnya. Walaupun begitu Windows Defender memiliki beberapa kelebihan diantaranya gratis, tidak terlalu banyak muncul pop-up yang mengganggu dan sangat ringan digunakan.

Penggunaan Windows Defender sebenarnya sudah cukup selama pengguna Windows juga memiliki common sense diantaranya tidak mendownload sembarang program di Internet, memasang Ad-blocker pada browser, tidak menggunakan plug-in java, update Windows dan mengupdate progam-progam yang biasanya rawan terinfeksi malware macam Office Suite.

Windows 10 juga sudah dilengkapi dengan smartscreen fitur yang sama dengan yang ada di Windows 8. SmartScreen berfungsi layaknya UAC pada Windows namun lebih advanced karena akan dengan cepat memblokir aplikasi-aplikasi yang dicurigai membahayakan PC.

Windows Defender akan menjadi tidak berguna apabila kalian sering mendownload program dari beberapa situs yang kurang terpercaya atau juga sering menggunakan crack / patch / keygen. Kalau sudah begitu, lebih baik menggunakan antivirus selain Windows Defender.

Lalu Antivirus Terbaik untuk Windows 10 Apa ?

Kalau kalian ingin proteksi lebih dan advanced kalian tentunya bisa mempertimbangkan beberapa antivirus yang berbayar atau tidak berbayar. Beberapa antivirus gratisan seperti Avast! Free, AVG Free, Avira Free memiliki proteksi yang cukup solid. Walaupun terkadang antivirus gratisan tersebut sering menginstall junkware.

Tapi kalau kalian memilih antivirus berbayar, Kaspersky Internet Security, Bitdefender Internet Security, ESET Smart Security atau Emsisoft Internet Security bisa kalian pertimbangkan untuk digunakan. Proteksi antivirus berbayar diatas juga sudah cukup solid.

Antivirus apapun yang kalian pilih tidak akan pernah menjamin benar-benar aman 100% apabila penggunanya sendiri tidak memiliki common sense. Pastikan kalian tetap waspada dan mencegah mendownload / menginstall software sembarangan dari Internet. 


Selasa, 11 Agustus 2015

Windows 10 Membuat Umur SSD Semakin Panjang

SSD

Windows 10 Membuat Umur SSD Semakin Panjang

Hadirnya Windows 10 membawa perubahan besar dari segi fitur. Salah satu fitur yang di improve oleh Microsoft di Windows 10 adalah Optimize Drive. Fitur ini kurang lebih sama dengan fitur Disk Defragmenterr yang pertama kali diperkenalkan di Windows 7 dan sudah mengalami peningkatan yang cukup baik di Windows 10.

Mengenal Trim pada SSD

Berbeda dengan Hardisk yang membutuhkan defrag secara berkala. Pada SSD kita tidak perlu mendefragnya. Mendefrag SSD malah akan membuat umur SSD berkurang dan cepat rusak. Di SSD lebih mengenal fitur Trim dibandingkan defrag.

Fitur Trim dalam sistem operasi bertujuan untuk memberitahukan kepada SSD blok-blok data mana saya yang sudah tidak digunakan dan bisa dihapus sehingga nantinya blok-blok data yang kosong akan diisi dengan blok-blok data yang baru.

Trim pada Windwos sebenarnya sudah ada sejak Windows 7, namun tidak terlalu kelihatan bagi end-user karena letaknya yang tersembunyi. Sejak Windows 8.1 fitur Trim sudah lebih terlihat bagi pengguna dan sudah dioptimasi lebih baik lagi. 

Cara Akses Trim Untuk SSD

Mengakses Trim untuk digunakan pada SSD sangatlah mudah karena letaknya sama dengan mendefrag secara otomatis di Windows 8.1 ( Optimze Drive ). Caranya adalah dibawah ini :

1. Klik kanan pada SSD yang ingin di-Trim lalu pilih Properties --> Tools --> Optimize.

Windows 10 Membuat Umur SSD Semakin Panjang

2. Nah sekarang kalian akan melihat jumlah SSD dan Hardisk yang terkoneksi pada Windows 10 kalian. Kalau ingin melakukan manual Trim, cukup dengan klik tombol Optimize pada SSD yang dipilih.

Windows 10 Membuat Umur SSD Semakin Panjang

3. Secara default Optimasi pada Hardisk / SSD dilakukan selama 1 minggu sekali. Kalian juga bisa mengubah jadwalnya menjadi setiap hari atau bulanan. Tinggal klik Change Setting saja pada gambar 2 diatas lalu kalian pilih Frequency-nya & Drive mana saja yang dingin di defrag / di trim secara otomatis.

Windows 10 Membuat Umur SSD Semakin Panjang

Tidak Ada Lagi Defrag di Windows 10 untuk SSD

Windows 7 / 8.1 sudah cukup pintar untuk memilih mana drive bertipe SSD dan mana yang bertipe Hardisk. Nah apabila kalian menggunakan SSD pada Windows 7 / 8.1, maka fitur defrag tidak akan dijalankan. Di Windows 10 sebenarnya sama namun sedikit berbeda karena sesaat kalian menggunakan SSD di Windows 10 maka Windows 10 akan benar-benar "mematikan / menghapus" fitur Defrag khusus untuk SSD.

Images by NextofWindows


Jumat, 07 Agustus 2015

Tidak Ada Lagi Privasi di Windows 10 ?


Tidak Ada Lagi Privasi di Windows 10 ?

Beberapa bulan yang lalu saat Windows 10 masih dalam berbentuk Technical Preview, Microsoft melalui program Windows Insider mengambil beberapa data pengguna yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja Windows 10. Saya sendiri sempat membuat artikel pada bulan Oktober 2014 dimana saat itu Windows 10 dirumorkan bertingkah seperti "KeyLogger".

Dan sekarang versi Final Windows 10 memang sudah keluar secara publik. Microsoft pun mengubah persyaratan privasi di Windows 10. Saya sendiri cukup skeptis dengan hal ini, bagaimana tidak, Microsoft dengan Windows 10-nya tampaknya "memata-matai" hampir seluruh kegiatan penggunanya. Kalian bisa membaca secara langsung perjanjian privasi dari Microsoft disini.

Berikut adalah pernyataan resmi dari Microsoft soal data apa saja yang mereka ambil dari Windows 10 : 

Microsoft collects data to operate effectively and provide you the best experiences with our services. You provide some of this data directly, such as when you create a Microsoft account, submit a search query to Bing, speak a voice command to Cortana, upload a document to OneDrive, or contact us for support. We get some of it by recording how you interact with our services by, for example, using technologies like cookies, and receiving error reports or usage data from software running on your device. 

We also obtain data from third parties (including other companies). For example, we supplement the data we collect by purchasing demographic data from other companies. We also use services from other companies to help us determine a location based on your IP address in order to customize certain services to your location.

The data we collect depends on the services and features you use, and includes the following.

Name and contact data. We collect your first and last name, email address, postal address, phone number, and other similar contact data. 

Credentials. We collect passwords, password hints, and similar security information used for authentication and account access. 

Demographic data. We collect data about you such as your age, gender, country and preferred language.

Interests and favorites. We collect data about your interests and favorites, such as the teams you follow in a sports app, the stocks you track in a finance app, or the favorite cities you add to a weather app. In addition to those you explicitly provide, your interests and favorites may also be inferred or derived from other data we collect. 

Payment data. We collect data necessary to process your payment if you make purchases, such as your payment instrument number (such as a credit card number), and the security code associated with your payment instrument. 

Usage data. We collect data about how you interact with our services. This includes data, such as the features you use, the items you purchase, the web pages you visit, and the search terms you enter. This also includes data about your device, including IP address, device identifiers, regional and language settings, and data about the network, operating system, browser or other software you use to connect to the services. And it also includes data about the performance of the services and any problems you experience with them. 

Contacts and relationships. We collect data about your contacts and relationships if you use a Microsoft service to manage contacts, or to communicate or interact with other people or organizations. 

Location data. We collect data about your location, which can be either precise or imprecise. Precise location data can be Global Position System (GPS) data, as well as data identifying nearby cell towers and Wi-Fi hotspots, we collect when you enable location-based services or features. Imprecise location data includes, for example, a location derived from your IP address or data that indicates where you are located with less precision, such as at a city or postal code level. 

Content. We collect content of your files and communications when necessary to provide you with the services you use. This includes: the content of your documents, photos, music or video you upload to a Microsoft service such as OneDrive. It also includes the content of your communications sent or received using Microsoft services, such as the:
  • subject line and body of an email,
  • text or other content of an instant message,
  • audio and video recording of a video message, and
  • audio recording and transcript of a voice message you receive or a text message you dictate.
Additionally, when you contact us, such as for customer support, phone conversations or chat sessions with our representatives may be monitored and recorded. If you enter our retail stores, your image may be captured by our security cameras.

You have choices about the data we collect. When you are asked to provide personal data, you may decline. But if you choose not to provide data that is necessary to provide a service, you may not be able to use some features or services. 

Service-specific sections below describe additional data collection practices applicable to use of those services. 

Lihat saja pernyataan diatas, Microsoft dengan Windows 10-nya hampir memata-matai dan mengambil data pengguna termasuk Nama, alamat, lokasi, data pembayaran online seperti nomor kartu kredit, data pengguna yang ada di Microsoft OneDrive, jenis kelamin, umur dan sebagainya.

Memang diakhir paragraf Microsoft menyatakan bahwa pengguna masih berhak untuk menentukan data apa saja yang boleh diambil oleh Microsoft, namun dengan catatan pengguna tidak dapat menggunakan beberapa fitur yang ada di Windows 10.

Saya sendiri kurang setuju dengan seluruh persyaratan privasi dari Microsoft untuk Windows 10, nah kalau menurut kalian setuju tidak dengan Microsoft yang ingin mengambil data kalian ? :)


Jumat, 17 Juli 2015

Hah ? Windows 7 Bajakan Bisa Upgrade & Aktivasi ke Windows 10 Gratis ?

Hah ? Pengguna Windows 7 Bajakan Bisa Upgrade ke Windows 10 Gratis ?

Hah ? Pengguna Windows 7 Bajakan Bisa Upgrade ke Windows 10 Gratis ?

Sudah menjadi rahasia umum jika Microsoft menawarkan upgrade Windows 10 secara gratis. Windows 10 yang akan segera dirilis versi RTM secara massal pada tanggal 29 Juli 2015 sudah sangat ditunggu-tunggu sebagian pengguna Windows. 

Mungkin akan muncul beberapa pertanyaan yakni,

1. Apakah pengguna Windows 7 bajakan yang diaktivasi dengan Windows Loader bisa upgrade ke Windows 10 atau tidak ? 

2. Dan apakah Windows 10 yang sudah diupgrade dari Windows 7 bajakan akan langsung teraktivasi ?

Jawaban dari pertanyaan diatas langsung dijawab oleh pembuat Windows Loader itu sendiri, yakni DAZ yang bisa kalian lihat dibawah ini ( klik gambar untuk memperbesar ) atau lihat pernyataan langsungnya disini.

Hah ? Pengguna Windows 7 Bajakan Bisa Upgrade ke Windows 10 Gratis ?

"Currently it appears as though users that are activated with the loader on Windows 7 can upgrade to Windows 10 and remain permanently activated.

You must only be using Windows Loader for this to work. If you've applied anything else and don't pass an online genuine check then this won't work for you.
  • You must have an internet connection so that your activation information is sent to Microsoft and you can then be activated or reactivated
  • You must first perform an upgrade and not format to start fresh
  • Once the upgrade has been completed and Windows 10 says that you're activated then you can format and reinstall Windows 10 if you wish (skip the key entry screen both times)
I would actually recommend that people wait until the end of the month and use their reserved copy of Windows 10, just to be sure that they get the correct and "final" version."

Bila diterjemahkan kurang lebih seperti ini.

"Tampaknya sebagian pengguna yang menggunakan Windows Loader pada Windows 7 bisa mengupgrade ke Windows 10 dan tetap aktif.

Kalian harus menggunakan Windows Loader untuk melakukannya, jika menggunakan aktivator lain ( selain Windows Loader ) dan tidak melewati Online Genuine Check  ( pengecekan aktivasi online ) dari Microsoft, maka cara ini tidak akan bisa untuk kalian.
  • Kalian harus memiliki koneksi internet, sehingga informasi aktivasi kalian akan dikirim ke Microsoft dan kamu kemudian dapat diaktifkan atau diaktifkan kembali ( Windows 10 ),
  • Kalian harus upgrade bukan fresh install seperti install ulang.
  • Setelah upgrade selesai, dan Windows 10 kalian otomatis teraktivasi, maka kalian dapat format atau install ulang Windows 10 sesuka kalian ( kalian juga bisa melewati ( skip ) saat disuruh memasukkan product key saat proses installasi Windows 10 ).
Saya menyarankan kalian untuk tetap menunggu hingga akhir bulan ( 29 Juli 2015 ) dan tetap menggunakan Windows 10 yang teraktivasi, hanya untuk memastikan cara diatas benar-benar bisa digunakan"

Salah satu anggota forum MDL juga memberitahukan bahwa ia berhasil mengupgrade dan mengaktivasi Windows 10 walaupun menggunakan Windows 7 yang diaktvasi dengan Windows Loader ( klik gambar untuk memperbesar atau lihat disini ).

Hah ? Pengguna Windows 7 Bajakan Bisa Upgrade ke Windows 10 Gratis ?

Ya walaupun ini merupakan berita cukup bagus untuk pengguna Windows 7 bajakan, namun kita tidak bisa memastikan setelah tanggal 29 Juli 2015. Yang jelas kita harus menunggu hingga rilis resmi Windows 10 setelah 29 Juli 2015 dan melihat apakah cara diatas benar-benar berhasil.


Kamis, 16 Juli 2015

Hmmm Sudah Kuduga, Windows XP Semakin Tidak Aman !

Hmmm Sudah Kuduga, Windows XP Semakin Tidak Aman !

Windows XP, sistem operasi jadul dari Microsoft tampaknya semakin tidak aman untuk digunakan. Seperti yang kita tahu, dukungan terhadap Windows XP sudah berakhir pada 8 April 2014, hal ini semakin diperparah dengan tidak diperpanjangnya update Microsoft Security Essentials untuk Windows XP.

Pengguna MSE Windows XP Patut Waspada

Microsoft Security Essentials cukup banyak penggunanya dikalangan pengguna Windows XP. Walaupun proteksi Microsoft Security Essentials tidak terlalu bagus dibandingkan Antivirus pihak ketiga, namun Microsoft Security Essentials cukup banyak penggemarnya karena ringan digunakan dan tidak terlalu membebani sistem.

Tentu saja hal ini sangatlah berpengaruh terhadap pengguna MSE di Windows XP, dengan tidak adanya update database malware dari Microsoft, MSE tidak akan mampu melawan ribuan malware baru setiap harinya yang bisa menyerang Windows XP kapan saja.

Seperti yang sudah diutarakan diatas, pengguna XP bisa saja menginstall antivirus pihak ketiga seperti Avast!, ESET, BitDefender, Avira dan sebagainya. Namun tetap saja lambat laun vendor antivirus tersebut akan mengehentikan dukungannya terhadap Windows XP. Siapa pula yang akan terus mendukung sistem operasi berumur hampir 15 tahun.

Memang, pengguna Windows XP dapat melakukan sedikit trik untuk mendapatkan update Windows XP hingga 2019, namun beberapa pakar Microsoft menyatakan update tersebut bukanlah untuk Windows XP, melainkan untuk Windows POSready yang kurang lebih memiliki arsitektur yang sama dengan Windows XP

Saat ini Windows XP masih memiliki market share hampir 12% di tahun 2015 ( Juni 2015 ) diseluruh dunia yang bisa kalian lihat langsung disini. Dengan dirilisnya Windows 10 pada tahun ini diharapkan akan merubah pola pikir pengguna XP untuk move-on ke Sistem Operasi yang lebih aman seperti Windows 7, Windows 8.1 atau Windows 10.

Market Share Windows XP

Masih Banyak Yang Susah Move-On dari XP

Walaupun Microsoft sudah berupaya menawarkan upgrade gratis untuk Windows 10, namun tampaknya hal itu tidak terlalu berpengaruh pada pengguna XP karena pengguna Windows XP tidak memenuhi persyaratan untuk mendapatkan upgrade Windows 10 secara gratis.

Ada juga beberapa alasan pengguna XP yang susah move-on. Diantaranya tidak punya uang untuk beli PC baru, adanya aplikasi yang memang hanya bisa dijalankan di Windows XP dan lain sebagainya,

Semua kembali ke masing-masing apakah ingin tetap memakai XP namun tidak aman atau bersiap migrasi ke OS lainnya ?


Kamis, 25 Juni 2015

5 Software yang Paling Banyak Dibajak

Software yang Paling Banyak Dibajak

5 Software yang Paling Banyak Dibajak

Sebagai pengguna Windows, kalian pastinya membutuhkan software-software tambahan untuk menunjang pekerjaan kalian. Windows layaknya Android memiliki keuntungan dari segi kuantitas pengguna. Sampai Saat ini sistem operasi besutan Microsoft itu memiliki jumlah pengguna terbesar di Dunia. Dengan banyaknya pengguna Windows, tentu banyak aplikasi yang berlomba-lomba membuat aplikasi untuk Windows. Dimulai dari yang berbayar hingga yang gratisan pun ada.

Walaupun sudah ditawari software gratisan, tampaknya pengguna Windows cenderung memilih software yang berbayar. Tetapi sebagian pengguna Windows tersebut menggunakan software berbayar secara "gratis" alias menggunakan crack, patch, keygen atau activator yang bertebaran di Internet. Masalah utama dari pembajakan tersebut adalah harga.

Berikut adalah software-software yang paling banyak dibajak pengguna Windows versi Software182 :

1. Microsoft Office

Seri Microsoft Office sudah sejak dahulu terkenal dengan fiturnya yang powerful. Bisa dibilang OS Windows tanpa Microsoft Office akan terasa hambar. Microsoft Office memang patut diacungi jempol karena dapat membantu penggunanya dengan mudah. Tampilannya yang user friendly membuat penggunanya akan dengan cepat menguasainya. Namun, dari segi harga, seri Microsoft Office ini tidak ramah di pengguna.


Bayangkan saja, untuk 1 buah lisensi Microsoft Office Home & Student 2013 seharga $139 ! itupun tidak mencakup seluruh fitur dari Microsoft Office layaknya Microsoft Office Professional Plus. Microsoft Office 2013 Professional Plus sendiri dihargai hingga $399 ! ( lihat disini ) Sangat mahal bukan ? Oleh karena itu banyak pengguna Microsoft Office yang memilih "jalan pintas" dengan menggunakan Aktivator untuk mengaktivasi Microsoft Office miliknya.

2. Internet Download Manager

Siapa yang tidak mengenal software magic ini ? yang suka download pasti wajib & kudu menggunakan software downloader paling populer ini. Internet Download Manager sebagai "raja" dari semua downloader memang menawarkan fitur yang menggiurkan diantaranta adalah mempercepat proses download hingga 500%, support berbagai macam OS Windows, Support resume download, Support berbagai macam tipe browser dan lain sebagainya.


Harga dari IDM sendiri cukup terjangkau karena hanya $24.9. Reseller IDM untuk Indonesia pun sudah ada, dan kalian juga dapat menggunakan lisensi IDM tersebut selama seumur hidup. Namun, karena sebagian pengguna IDM tidak memiliki uang yang cukup / mungkin ada alasan lainnya, para penggunanya lebih memilih versi bajakannya dengan menggunakan patch & keygen.

3. WinRAR

Satu lagi software jadul terpopuler. WinRAR sebagai salah satu pioneer software kompresi dari rar-lab. Disetiap PC / Laptop, pasti sebagian penggunanya memiliki WinRAR. WinRAR memang memiliki banyak fungsi diantaranya untuk membuka file berekstensi RAR, CAB, ARJ, LZH, TAR, GZ, ACE, UUE, BZ2, JAR, ISO, 7Z, Z. Padahal saat ini sudah banyak alternatif WinRAR seperti Bandizip, 7zip, HaoZip yang menawarkan fitur yang sama dengan WinRAR, namun sebagian pengguna tetap menggunakan WinRAR sebagai software utama untuk membuka file arsip.

4. Adobe & Corel Family

Rasanya untuk para desainer, software-software dari Adobe & Corel Family sangat powerful untuk digunakan. Software dari Adobe & Corel memiliki kans paling banyak untuk dibajak, contohnya saja Adobe Photoshop & Corel Draw Graphic Suite pastinya sebagian Desainer yang belum memiliki uang "terpaksa" menggunakan versi bajakan software tersebut. Masalah harga adalah salah satu alasan mengapa sebagian pengguna software Adobe & Corel menggunakan versi bajakan.

5. Antivirus

Antivirus pun tidak luput dari pembajakan. Avast!, Kaspersky Internet Security, ESET, BitDefender adalah beberapa contoh vendor antivirus yang dibajak. Di Internet kita pastinya akan banyak menemukan lisensi, key hingga username dan password. Ada juga trial reset serta Key Finder untuk berbagai macam vendor Antivirus. 

Nah, selain software-software diatas, menurut kalian software apa saja yang paling sering dibajak ? Tulis dikolom komentar :)


Selasa, 23 Juni 2015

Apakah OS X dan Linux Kebal Terhadap Virus ?

Kenapa Sih Windows Punya Banyak Virus ?

Apakah OS X Dan Linux Kebal Terhadap Virus ?

Sudah menjadi rahasia umum bahwa Windows menjadi sistem operasi yang paling banyak terkena virus, malware dan serangan dunia maya lainnya. Windows menjadi target yang empuk bukan tanpa alasan, ada beberapa alasan mengapa Windows punya banyak virus.

Well, Virus itu sesunggunhya adalah bagian dari Malware. Saya sendiri sudah menjelaskan sedikit tentang perbedaaan Malware, Virus, Trojan, dan sebagainya. Saat ini sebagian pengguna Windows sudah beralih ke sistem operasi selain Windows contohnya menggunakan Linux atau OS X. Mungkin salah satu tujuan mereka berpaling dari Windows adalah menghindari malware yang bertebaran di Windows. Lantas, apakah sistem operasi selain Windows kebal terhadap virus ?

Alasan Kenapa Windows Banyak Virus

Ada beberapa alasan mengapa Windows memiliki banyak virus diantaranya kepopuleran Windows, Faktor Sejarah, Serta gampangnya mendownload aplikasi Windows di Internet. Windows memang sejak awal tidak didesain untuk keamanan, tidak seperti platform UNIX macam Linux atau OS X. Kepopuleran Windows juga sangat digdaya dibandingkan kedua OS tersebut, seperti yang kita bisa lihat sendiri disekitar kita, banyak orang menggunakan Windows sebagai OS di laptop atau PC.

Selain itu, pengguna Windows dengan gampangnya dapat mendownload berbagai macam aplikasi di Internet. Bahkan terkadang malah mendownload installer palsu dari internet tanpa memverifikasinya terlebih dahulu. Hal ini bisa menjadi pintu masuk bagi malware untuk masuk kedalam OS Windows.

Orang Bilang Linux & OS X Kebal Sama Virus 

Sebagian orang bilang kedua turunan UNIX ( Linux & OS X ) kebal terhadap virus, nyatanya tidak juga. Setiap sistem yang dibuat oleh manusia pasti memiliki celah dan kelemahan. Kedua sistem operasi tersebut nyatanya tidak benar-benar kebal terhadap malware.

Baik OS X atau Linux dapat terkena malware juga, contohnya adalah Malware bernama Callme backdoor yang pernah menyerang pengguna OS X ditahun 2014. Malware tersebut akan mencuri kontak pengguna OS X. Bukan cuma itu, ada juga sebuah virus bernama OS/KitM.A yang berfungsi untuk memantau segala kegiatan pengguna OS X ( semacam backdoor ).

Linux juga bukannya tahan terhadap virus, namun jumlah virus yang ada pada linux sangatlah sedikit sekali. Tidak seperti Windows yang bisa mencapai jutaan dan ratusan virus baru setiap harinya. 

Baik Linux ataupun OS X memiliki rahasia mengapa mereka "kebal" terhadap virus. Salah satu rahasianya adalah memiliki tempat download software yang jelas dan terpercaya. Kalian yang menggunakan OS X pasti bisa mendownload berbagai macam software langsung melalui Mac AppStore. Mac AppStore adalah toko aplikasi milik Apple Inc. Apple menjaga kebsahan aplikasi yang ada ditoko aplikasinya dengan tingkat keamanan yang cukup tinggi. Sehingga aplikasi yang didownload dari Mac AppStore lebih aman dibandingkan mendownload langsung dari internet. 

Sama halnya dengan OS X, kalian pengguna Linux, contoh saja Ubuntu, pasti biasa mendownload melalui Ubuntu Software Center. Didalam Ubuntu Software Center kalian juga bisa mendapatkan aplikasi apa saja, baik yang berbayar maupun gratis.

Rahasia lainnya adalah kedua OS tersebut memiliki market-share yang terlampau rendah dibandingkan dengan Windows. Windows saat ini masih merajai Sistem Operasi di Dunia. Pengguna Windows masih sangatlah banyak dibandingkan kedua OS Tersebut. Perhatikan gambar dibawah ini adalah market share dari Windows di tahun 2014 ( Desember 2014 ).



Pembuat malware pun mungkin akan berfikir dua kali saat akan menyerang Linux atau OS X, "kenapa harus menyerang OS tidak terlalu populer, apa untungnya ? Lebih baik menyerang yang sudah populer, lebih untung bukan ?".

Jadi...

Jadi bisa kita tarik kesimpulan pernyataan yang bilang OS X & Linux kebal terhadap virus kuranglah tepat. Malware pada kedua OS tersebut adalah nyata, hanya saja tidak sebanyak Windows. Kalau sudah begini, apakah kalian masih setia pakai Windows atau pindah kelain hati ? 


Senin, 08 Juni 2015

Jangan Pernah Download di SourceForge Lagi !

Jangan Pernah Download di SourceForge Lagi !

SourceForge adalah ( dahulu ) tempat download software gratis baik berbasis freeware dan open-source. Banyak sekali software serta games berbasis open-source yang bisa ditemukan di SourceForge. Saya sendiri beberapa tahun lalu masih menjadikan Sourceforge sebagai tempat download terpercaya, Bahkan beberapa waktu yang lalu saya sempat membuat list 5 Website Terbaik Untuk Download Software, namun SourceForge sudah menjadi tempat yang tidak ramah untuk download software. 

Salah satu alasan saya untuk tidak mempercayai SourceForge lagi adalah beberapa software yang dihosting di SourceForge sudah di-bundling dengan adware / junkware melalui installer SourceForge. Contohnya adalah saat saya akan mendownload filezilla dari SourceForge. Jika saya tidak hati-hati, maka yang saya download adalah installer junkware dari Sourceforge. Bisa kalian perhatikan pada gambar dibawah ini. Tulisan yang saya beri kotak merah adalah link download software asli dari FileZilla yang tidak dibundling dengan adware/junkware. 

Jangan Pernah Download di SourceForge Lagi !

Sedangkan tombol download berwarna hijau adalah link download palsu. Saya coba untuk mengklik link download palsu tersebut dan baammm ! Antivirus saya langsung memblokir link download tersebut !

Jangan Pernah Download di SourceForge Lagi !

Contoh lainnya adalah berikut ini. Dibawah ini adalah installer FileZilla dari SourceForge yang sudah dibundling dengan Adware.

Jangan Pernah Download di SourceForge Lagi !

Saya sendiri tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan SourceForge. Memang, ada beberapa software dari SourceForge tidak dibundling dengan adware/junkware. Namun, software yang tidak dibundling tersebut biasanya software yang masih memiliki update / lanjutan proyek dari developer software tersebut.

Untuk saat ini saya sarankan buat kalian untuk tidak mendownload dari SourceForge lagi. Ada beberapa alternatif tempat download terpercaya seperti Softpedia, Softexia, Majorgeeks dan juga FileHorse. Jadi, jangan pernah download di SourceForge lagi !


Selasa, 02 Juni 2015

Akhirnya Xmodgames Support Android x86 ! Tapi... [ Update 27 Mei 2015 ]

Xmodgames Sudah Support BlueStacks

Apakah Xmodgames Sudah Support BlueStacks dan Android Lollipop ?

XmodGames adalah salah satu aplikasi mod game terbaik khusus platform Android dan iOS. Xmodgames atau yang biasa disebut dengan Xmod sudah support puluhan games diantaranya Clash of Clans, Spiderman Unlimited, Ashpalt 8, Subway Surfer, Dan masih banyak lagi. Tujuan utama dari Xmodgames tentu saja mempermudah pengguna dalam memainkan game yang dimainkannnya.

Untuk menjalankan Xmodgames, peranngkat mobile kalian harus sudah di root ( untuk Android ) atau di jaibreak ( iOS ). Nah, untuk detail lebih lengkapnya bisa kalian baca seputar Xmod disini.

Apa Xmod Sudah Support Emulator Android Seperti BlueStacks ?

Sebagian pengunjung Software182 bertanya kepada saya dipostingan ini,
  • "Apakah Xmod sudah support BlueStacks ?" 
  • "Kenapa Xmod tidak bisa digunakan pada BlueStacks ?"
  • "BlueStacks Ane udah di root, tapi Xmodnya ga bisa gan ?"
Well, jawabannya sudah sangat jelas, menurut FAQ dari Xmodgames yang bisa kalian baca disini, Xmodgames untuk sementara waktu belum support semua emulator Android termasuk BlueStacks atau handphone berbasis Intel ( Contohnya Asus Zenfone ).

Kebetulan pada tanggal 28 Januari 2015, tim developer dari Xmodgames mengeluarkan pernyataan seperti gambar dibawah ini ( linknya ada disini ) :

XmodGames - BlueStacks - Android L - Intel x86

Nah, inti dari pernyataan tim Xmodgames adalah untuk saat ini Xmodgames belum support Android L, Handphone berbasi intel X86 atau emulator Android. Tim developer dari Xmod tampaknya masih membutuhkan waktu beberapa bulan untuk menyempurnakan Xmodgames agar support emulator Android, Android Lollipop dan HH berbasis Intel x86. Maklum saja, karena tim dari Xmodgames kurang dari 10 orang, jadi membutuhkan waktu yang cukup lama. Untuk menjalankan Xmodgames, mau tidak mau kalian harus downgrade handphone kalian dari Lollipop ke KitKat.

Sebagai pengguna Xmod, ada baiknya kita tetap menunggu dari tim Xmod dan tidak banyak menuntut. Toh kita juga mendapatkan dan mendownload Xmodgames secara gratis tanpa dipungut biaya, kita juga tidak membayar mereka bukan ? :) Hal yang terbaik yang bisa lakukan untuk mereka adalah tetap menunggu dan juga melaporkan feedback apabila kalian menemukan bug pada Xmod dan yang paling utama tetap mendukung tim dari Xmodgames.

Untuk informasi lebih lengkap soal perkembangan XmodGames, kalian bisa langsung like fanpage resmi Xmodgames disini.

Gimana ? Sekarang sudah jelas bukan bahwa Xmodgames belum support BlueStacks, jadi jangan tanya-tanya saya lagi ya hehe :)

UPDATE 13 MARET 2015

Xmodgames Untuk Android Lollipop

Berita bagus untuk pengguna Android Lollipop, karena Xmodgames akan segera support Android L !. Berita ini didapat dari tim Xmod disini. Tim Xmod menyatakan bahwa akan segera merilis versi BETA dari Xmodgames untuk Android Lollipop sekitar tanggal 19 atau 20 Maret 2015.


Tentunya tidak semua pengguna bisa merasakan versi BETA dari Xmodgames untuk Android Lollipop. Hanya pengguna yang memiliki Android Lollipop dan sudah mendaftarkan diri sebagai Beta Tester yang dapat mencobanya.

Versi Final dari Xmodgames untuk Android Lollipop akan dirilis sekitar tanggal 23 / 24 Maret 2015 dan langsung bisa di download di situs resmi Xmodgames.

Xmodgames Untuk Android Based x86

Nah untuk Xmod versi x86 (contohnya emulator Android atau Smartphone berprosesor Intel ( Zenfone ) ) akan dirilis setelah versi Xmod Android Lollipop muncul. Artinya bagi kalian yang ingin merasakan Xmodgames di BlueStacks harus lebih sabar lagi. Tim Dari Xmod sedang berusaha keras untuk menyesuaikan Xmod di Android x86 karena mengembangkan Xmodgames di Arsitektur Android x86 tampaknya "lebih sulit" dan membutuhkan waktu yang lebih lama.

Namun tenang saja, tim dari Xmodgames akan terus memberi Informasi tentang perilisan Xmodgames di Android x86 melalui Fanpage Facebook Xmodgames.

UPDATE 24 APRIL 2015

Seperti yang sudah dijanjikan oleh tim Xmod, Xmodgames akhirnya sudah siap diluncurkan untuk perangkat Android x86. Hal ini tentu berita bagus untuk pengguna xmodgames yang memiliki perangkat Android berbasis intel x86 ( aka Zenforne Series ). Bisa kalian lihat beritanya disini.



Versi Xmodgames x86 saat ini hanya diluncurkan untuk kalangan beta tester pada awal mei 2015 dan apabila ingin menjadi beta tester untuk Xmodgames x86 harus melalui proses seleksi. Diperkirakan versi final Xmodgames untuk x86 akan dirilis satu bulan ( sejak tanggal 24 April 2015 ) dari pengumuman tim Xmodgames, jadi sekitar tanggal 24 Mei 2015 kalian sudah bisa mencicipi Xmodgames untuk Zenfone.

UPDATE 27 MEI 2015

Beberapa waktu yang lalu tepatnya tanggal 24 Mei 2015, tim dari Xmodgames harusnya sudah merilis versi Xmodgames untuk x86. Namun tampaknya hal ini masih membutuhkan banyak waktu. Tentu saja hal ini sangat mengecewakan buat pengguna x86 yang sudah menunggu sejak lama versi xmodgames x86. Berikut adalah pernyataan dari tim xmodgames yang bisa kalian lihat disini.



Tim dari Xmodgames sudah sangat berusaha untuk membuat xmodgames versi x86, namun tidak semudah yang dibayangkan. Ada 2 hal yang menyebabkan tim dari Xmodgames kesulitan mengembangkan versi x86 yakni :

1. Kenyataanya bahwa beberapa game populer seperti Clash of Clans, 8 Balls, Candy Crush Saga dan Minecraft tidak support X86.

2. Setelah tim xmod membuat mod untuk beberapa game yang support x86, ternyata malah menyebabkan bug pada startup.

Tim dari xmodgames sudah menghabiskan waktu selama 9 bulan, dan itu bukan waktu yang sebentar untuk mengembangkan sebuah program. Berita bagusnya hingga sekarang tim dari Xmodgames masih terus berusaha mengembangkan versi xmod untuk x86.

Pengguna Xmodgames diharapkan bersabar kepada tim xmodgames dan jangan mencela hasil kerja mereka ! jangan merengek-rengek seperti bayi kepada tim xmod dengan mengajukan pertanyaan yang sama setiap hari ! Tim dari Xmod akan segera meluncurkan xmodgames x86 pada waktunya, toh kita juga tidak membayar mereka bukan ?

NOTE :

- Buat pengunjung Software182, jangan bertanya kepada admin Software182 kapan tanggal pasti xmodgames buat x86 dirilis, Software182 tidak dalam tim pengembang Xmodgames ! Buat yang masih bertanya juga, seluruh komentarnya tidak akan ditampilkan !

- Kalau kalian ingin bertanya soal tanggal perilisan, segera ke fanpage xmodgames di :

https://www.facebook.com/xmodgames

atau kontak disini 

http://www.xmodgames.com/contactUs


Senin, 01 Juni 2015

Kenapa Sesudah Uninstall Software Masih Ada Sampah di Windows ?

Uninstall Software

Kenapa Saat Uninstall Software Masih Meninggalkan Sampah di Windows ?

Saat kalian menghapus atau meng-uninstall software kalian pasti menyadari bahwa ada beberapa file serta folder yang masih tertinggal di Windows. Bukan cuma itu, malah ada beberapa registry yang tertinggal dan apabila registry sampah ini sudah menumpuk bisa menyebabkan komputer menjadi lambat.

Salah satu contoh software yang masih meninggalkan sampah walaupun sudah dihapus adalah BlueStacks. Aplikasi emulator Android paling populer ini tidak jarang meninggalkan sampah di Windows, hal ini menyebabkan saat akan menginstall kembali BlueStacks ke PC akan mengalami error.

Logikanya semua uninstaller bawaan dari sebuah software harusnya tidak meninggalkan sampah sekali bukan ? lantas kenapa hal ini bisa terjadi ?. Ada beberapa jawaban dari pertanyaan diatas yakni.

1. Pemrograman yang Buruk dari Software.

Developer ( pengembang / pembuat dari sebuah software ) tidak membuat dengan baik seluruh entri registry. Bisa juga uninstaller bawaaan dari software yang dibuat tidak memiliki izin untuk menghapus beberapa entri registry di Windows. Mungkin saja ada beberapa registry key yang dipakai untuk beberapa aplikasi. Maksudnya begini, seorang developer mengembangkan 2 buah software yakni software "A" dan software "B". Kedua software tersebut memiliki registry key yang sama, kemudian saat kalian akan menghapus Software "A" ternyata masih meninggalkan registry milik Software "A" di Windows. Hal ini bisa terjadi karena registry tersebut ternyata masih digunakan oleh Software "B" sehingga apabila dihapus akan menyebabkan software "B" tidak berjalan dengan baik.

2. Ya Memang Sengaja Ditinggalkan

Beberapa software ( terutama software yang berbasis Shareware / berbayar ) memang sengaja meninggalkan registry di Windows untuk tujuan tertentu. Aplikasi Shareware biasanya memiliki masa trial ( masa percobaan ) yang ditawarkan untuk beberapa hari, entah itu 7 hari, 15 hari atau 30 hari. Dan ketika masa trial software tersebut sudah habis maka software tersebut tidak bisa dipakai sepenuhnya walaupun sudah uninstall berkali-kali.

Ada juga yang sengaja meninggalkan registry / file atau folder di Windows untuk menyimpan pengaturan dari software yang sudah pernah diinstall. Misalnya begini, kalian punya software "A" dan saat kalian akan menghapus software "A" biasanya pada saat uninstall akan ditanya apakah ingin menyimpan settingan ( pengaturan ) dari software "A" sehingga saat kalian memutuskan untuk menginstall kembali software "A" kalian tidak perlu repot-repot mengatur pengaturan software "A" dari awal, karena semuanya sudah disimpan rapi di registry.

Haruskah Kita Menghapus Registry yang Tertinggal ?

Jawabannya tergantung. Buat kalian pengguna awam, menghapus registry bisa menyebabkan masalah. Entah itu BSOD, program akan error dan sebagainya.

Lantas Bagaimana Mengatasinya ?

Kalau kalian memang ingin menghapus sebagian besar sampah yang tertinggal dari suatu software, beberapa software uninstaller bisa melacak hampir seluruh sampah yang ditinggalkan. Ada beberapa software uninstaller yang saya rekomendasikan untuk digunakan seperti Total Uninstall ( Shareware ), Revo Uninstaller ( Shareware ), atau Geek Uninstaller ( Freeware ).


Selasa, 14 April 2015

Apakah ReadyBoost Benar-Benar Mempercepat Komputer ?

ReadyBoost

Apakah ReadyBoost Benar-Benar Mempercepat Komputer ?

ReadyBoost adalah salah satu fitur yang muncul pertama kali di Windows Vista. Fitur ini bertujuan untuk meningkatkan performa komputer agar lebih cepat dari biasanya. ReadyBoost memanfaatkan fitur disk cache pada Windows dengan beberapa perangkat penyimpanan eksternal seperi FlashDisk, SSD, Hardisk External hingga SD Card.

Mengenal SuperFetch

ReadyBoost secara langsung berhubungan dengan SuperFetch. Jika kalian masih asing dengan nama SuperFetch, SuperFetch adalah salah satu servis yang bisa ditemukan di Windows yang berguna untuk mengatur / memanajemen kinerja RAM. 

Cara kerja SuperFetch adalah SuperFetch akan menyimpan segala jenis data diakses oleh User dan menentukan data mana saja yang dapat disimpan kedalam RAM sehingga data tersebut tidak harus diakses ke Hardisk yang biasanya dapat memperlamabat kinerja Windows, jadi seperti cache yang beberapa waktu lalu sudah saya jelaskan disini.

Lalu Bagaimana Cara Kerja ReadyBoost dengan SuperFetch ?

ReadyBoost akan bekerja sama dengan SuperFetch. SuperFetch biasanya menggunakan RAM yang ada di PC kalian, namun SuperFetch juga bisa digunakan perangkat USB, nah saat inilah peran ReadyBoost digunakan. Saat kalian pertama kali mencolok perangkat penyimpanan USB kedalam komputer, kalian pasti akan diberi pilihan untuk menggunakan fitur ReadyBoost, saat kalian memilih fitur tersebut, Windows akan secara otomatis menyimpan data SuperFetch kedalam perangkat penyimpanan USB dan memberi ruang pada RAM, jadi RAM tidak akan terlalu penuh dengan data dari SuperFetch.

Apakah Benar ReadyBoost Bisa Mempercepat Komputer ?

Jawabannya bisa iya, bisa juga tidak. ReadyBoost akan sangat berguna jika kalian memiliki RAM yang rendah serta perangkat peryimpanan USB berkecepatan tinggi, namun jika ternyata kalian sudah memiliki RAM yang tinggi dan kecepatan perangkat penyimpanan USB kalian rendah, ReadyBoost akan menjadi sia-sia.

ReadyBoost cocok digunakan buat kalian yang memiliki RAM 512 MB hingga 2 GB tentu dengan catatan kalian mempunyai perangkat penyimapanan USB dengan kecepatan tinggi. Jika kalian mempunyai flashdisk 1 GB namun kecepatannya sangat lambat, ReadyBoost tidak dapat mempercepat Windows.

Bagaimana Cara mengaktifkan ReadyBoost ?

ReadyBoost dapat diaktifkan dengan mudah, saya menyarankan kalian memformat flashdisk kalian dengan format sistem NTFS dibandingkan FAT32. Contohnya begini, jika kalian memiliki flashdisk dengan format FAT32, maka ReadyBoost hanya dapat digunakan 4 GB saja, sedangkan jika formatnya NTFS dapat digunakan hingga maksimal 32 GB untuk NTFS.
1. Klik kanan pada perangkat penyimpanan USB yang dipilih --> properties dan klik tab ReadyBoost.

ReadyBoost

2. Jika kalian ingin menggunakan seluruh ukuran di FlashDisk tinggal geser sampai full. Disitu ada 3 pilihan yakni :

- Do not use this device : jika memilih ini kalian tidak menggunakan fitur readyboost.
- Dedicate this device to readyboost : kalian akan terus menggunakan flashdisk yang kalian pilih sebagai readyboost.
- Use this device : kalian memilih menggunakan fitur readyboost diperangkat yang dipilih namun bersifat sementara saja.

Saya menyarankan pilih use this device --> apply --> Ok.


Selasa, 07 April 2015

Mengenal Keylogger Dan Cara Mengatasinya


Mengenal Keylogger Dan Cara Menghindarinya

Keylogger adalah sebuah software atau bisa juga hardware yang merekam semua aktivitas komputer melalui keyboard. Keylogger bisa merekam seluruh data, termasuk pesan chatting, nomor kartu kredit, password, dan apapun yang kalian ketik di PC kalian.

Biasanya Keylogger dihubungkan dengan Malware, namun ada juga Keylogger yang bersifat "baik", keylogger jenis baik biasa digunakan orangtua untuk merekam kegiatan anaknya di komputer, atau juga perusahaan yang merekam seluruh aktivitas karyawannya. Keylogger yang biasa digunakan untuk kalangan korporasi adalah keylogger hardware.

Mengenal Keylogger

Kebanyakan keylogger berasal dari Malware. Malware sendiri datang dari Internet saat kalian mendownload software yang bukan dari situs resminya atau bisa juga saat kalian salah mengklik iklan di Internet dan secara tiba-tiba mendownload sebuah aplikasi dari Internet. Efek dari Keylogger cukup berbahaya karena akan mengambil seluruh informasi sensitif seperti password email, nomor kartu kredit.

Keylogger juga bisa datang dari seseorang yang iseng atau orang terdekat kalian, bisa teman, pasangan atau bisa orang tua kalian ( kalau misalnya orang tua kalian mengerti komputer hehe ). Perusahaan besar biasa memasang keylogger pada setiap perangkat PC-nya, hal ini tentu akan berguna untuk memonitor kinerja karyawaanya. 

Keylogger Dalam Bentuk Hardware

Kalau kalian tidak asing lagi dengan Keylogger berjenis software, namun untuk jenis Hardware saya rasa masih beberapa orang yang mengetahuinya. Saat ini Keylogger dalam bentuk Hardware terlihat seperti penyambung USB seperti dibawah ini.


Letaknya tentu saja dibelakang PC. Contoh saja ada seorang tersangka yang dengan sengaja memasang keylogger di PC dan apabila korbannya mencolok USB keyboard kedalam Keylogger tersebut, bammm !!! Semua aktivitasnya akan disimpannya. Tentu saja untuk mengambil data dari keylogger, si tersangka tinggal melihatnya di PC miliknya, seperti USB FD !


Keylogger dalam bentuk hardware akan sangat sulit dideteksi oleh software keamanan seperti antivirus, karena antivirus akan mengira keylogger tersebut layaknya perangkat periperal biasa seperti Mouse / Keyboard.

Cara Kerja Keylogger

Keylogger akan berjalan secara background dan setiap hal yang kalian ketik akan terekam dengan mudah oleh keylogger tersebut. Keylogger juga biasa dikombinasikan dengan software monitor lainnya ( seperti pembuat screenshoot atau merekam kegiatan desktop secara otomatis ). Yang menjadi bahaya saat si korban mengetik password entah itu di sosial media miliknya, maka saat itu juga password tersebut akan dikirim kedalam server tersangka pengguna keylogger dan akhirnya si tersangka bisa melihat seluruh aktivitas pengguna

Cara Menghindari Keylogger

Menghindari lebih baik dari mengatasi bukan ? nah berikut adalah cara-cara untuk menghindari Keylogger.

1. Saat kalian ke Warnet, pastikan selalu mengecek PC dibagian belakang apakah terdapat Hardware Keylogger atau tidak.

2. Selalu update perangkat Antivirus kalian setiap hari dan lakukan scanning secara berkala,

3. Menggunakan adblocker pada Browser kalian.

4. Menggunakan fitur OnScreen-Keyboard pada Windows.

5. Menggunakan software Anti-Keylogger, biasanya sudah terinstall disetiap Antivirus.

6. Jangan menginstall software yang mencurigakan.

Nah itulah sekedar tips dari saya untuk mencegah dari Keylogger, apa kalian punya trik lain ? silakan share trik kalian dikomentar :)


Sabtu, 04 April 2015

List Antivirus Terbaik untuk Windows Tahun 2015

List Antivirus Terbaik untuk Windows 2015

Antivirus adalah sebuah software keamanan untuk Sistem Opearasi. Antivirus tidak hanya terbatas untuk Sistem Operasi Windows namun untuk berbagai macam OS seperti OS X, GNU / Linux hingga Android. 

Saat ini banyak sekali bermunculan jenis Antivirus mulai dari gratisan hingga berbayar. Dan jangan lupa pula, sudah banyak nama-nama Internasional yang sudah tidak asing lagi dalam dunia keamanan komputer seperti avast!, Avira, ESET, Kaspersky, BitDefender, AVG dan lain sebagainya. 

Sering kali kita bingung "Apa sih Antivirus terbaik untuk PC yang hanya digunakan dirumah ?" Oleh karena itu sebuah organisasi independen keamanan komputer bernama AV-Test sudah bertahun-tahun mengadakan testing terhadap berbagai macam jenis Antivirus. 

Berikut ini adalah software Antivirus terbaik tahun 2015, namun dengan catatan, list Antivirus dibawah ini hanya berlaku untuk pengguna pribadi biasa / rumahan seperti PC dirumah, Laptop untuk sekolah. List dibawah ini juga sudah paling up to date hingga bulan Februari 2015.

Silakan kalian lihat Antivirus Terbaik Tahun 2015 untuk pengguna Rumahan dibawah ini  :

Antivirus Terbaik untuk Windows Tahun 2015
( klik gambar untuk memperbesar )

Untuk melihat data lebih lengkapnya, silakan kalian pergi ke website AV-Test disini. Kalian akan melihat secara detail dari berbagai macam Antivirus dari berbagai vendor dengan cara mengklik pada nama / logo antivirus yang ditampilkan.

Nah itulah list Antivirus Terbaik tahun 2015 dan mungkin saja bisa di up date sewaktu-waktu. Coba kalian perhatikan list diatas, apakah ada antivirus yang kalian gunakan saat ini ?